www.domainesia.com
News

BI Revisi Target, Sumbar Genjot Sektor Baru Pacu Ekonomi

78
×

BI Revisi Target, Sumbar Genjot Sektor Baru Pacu Ekonomi

Sebarkan artikel ini
bi-revisi-target,-sumbar-genjot-sektor-baru-pacu-ekonomi
BI Revisi Target, Sumbar Genjot Sektor Baru Pacu Ekonomi

Padang – Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) menyoroti adanya perbedaan proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah antara pemerintah pusat dan BI sendiri. Pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumbar mencapai 5,7 persen pada tahun 2026, sementara BI Sumbar memprediksi angka yang lebih rendah, yaitu sekitar 4 persen. Perbedaan ini mendorong BI Sumbar untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BI Sumbar, Mohamad Abdul Madjid Ikram, mengungkapkan kekhawatirannya terkait target yang ditetapkan pemerintah pusat. “Kita ditargetkan oleh pemerintah pusat untuk tumbuh 5,7 persen pada 2026. Tapi saya kira ini sangat berat,” ujarnya saat Dialog Ekonomi Sumbar, Senin (19/1/2026).

Sebagai respons terhadap proyeksi yang menantang ini, BI Sumbar menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi. Strategi ini melibatkan pengembangan sektor-sektor usaha baru yang memiliki potensi besar di Sumbar. Sektor kesehatan, dengan layanan dan sumber daya pendukungnya, diidentifikasi sebagai salah satu sektor yang menjanjikan. Selain itu, peluang bisnis di bidang data center dan pengolahan sampah berbasis waste to energy juga dinilai memiliki prospek yang cerah.

Selain proyeksi untuk tahun 2026, BI Sumbar juga memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025, yang diperkirakan berada di kisaran 3,33 hingga 4,13 persen. Angka ini menunjukkan bahwa upaya lebih lanjut diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, BI Sumbar akan memprioritaskan pemulihan ekonomi, khususnya pada sektor UMKM dan pertanian yang terkena dampak bencana alam. Madjid menjelaskan bahwa dampak bencana terhadap kedua sektor ini cukup signifikan. “Ternyata bencana ini berdampak cukup besar terhadap UMKM dan pertanian. Karena salah satu tugas BI adalah pengendalian harga pangan, mau tidak mau kita harus mendorong peningkatan produksi pangan,” kata Madjid. Dengan fokus pada pemulihan UMKM dan pertanian, BI Sumbar berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar secara keseluruhan.