www.domainesia.com
News

Cetak Seribu Pendakwah, Pasia Laweh Ukir Sejarah Baru

50
×

Cetak Seribu Pendakwah, Pasia Laweh Ukir Sejarah Baru

Sebarkan artikel ini
cahaya-dari-pasia-laweh:-sebuah-nagari,-seribu-pendakwah
Cahaya dari Pasia Laweh: Sebuah Nagari, Seribu Pendakwah

Palupuh – Nagari Pasia Laweh, yang terletak di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, kini menjadi sorotan setelah berhasil mencetak seribu pendakwah melalui program inovatif bernama Sekolah Dakwah Nagari (Sadri). Program ini, yang diinisiasi bertepatan dengan awal tahun baru Islam, menandai komitmen masyarakat Pasia Laweh dalam mewujudkan visi sebagai sebuah nagari yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan berakhlak mulia.

Pemerintah Nagari Pasia Laweh menggagas program ini dengan tujuan untuk menggerakkan perubahan terstruktur dan terukur di bidang keagamaan. Langkah awal yang diambil adalah membuka tiga kampus dakwah yang berlokasi strategis di Kantor Wali Nagari, Pondok Al-Qur’an Siti Alifah Lalang, dan MTS Pasia Laweh. Selain itu, majelis-majelis taklim juga dibentuk di berbagai sudut nagari, menyediakan wadah bagi warga untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai Islam.

Antusiasme masyarakat terhadap program Sadri terlihat dari partisipasi aktif berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Semangat untuk belajar dan mengembangkan diri tidak hanya didorong oleh keinginan untuk menjadi seorang ustadz yang dihormati, tetapi juga untuk menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Mardian, salah seorang peserta dari Kelas Keluarga Dakwah, menuturkan bahwa motivasi utama mereka mengikuti program Sadri adalah untuk memberikan manfaat bagi keluarga. “Kami semua belajar bukan untuk menjadi ustadz yang dikagumi, tapi untuk menjadi cahaya bagi keluarga kami sendiri,” ujarnya dengan nada haru setelah menyampaikan tausiah perdananya.

Program Sadri tidak hanya menekankan pada kegiatan dakwah di mimbar, tetapi juga berupaya untuk menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Ilmu agama diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan.

Setelah melalui proses pembelajaran yang intensif, sebanyak 124 pendakwah baru diwisuda, sehingga jumlah total pendakwah yang dihasilkan dari program Sadri mencapai 1.000 orang. Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin Dt. Parpatiah, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, hari ini lengkap sudah. Ini bukan soal jumlah, tapi tentang bagaimana cahaya Islam menyala dari rumah-rumah di nagari kita,” tuturnya dengan nada haru.

Zul Arfin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap program Sadri, termasuk Dewan Dakwah, Kementerian Agama, BAZNAS, KUA, serta para penyuluh dan pendakwah lokal. Dukungan finansial untuk program ini berasal dari berbagai sumber, seperti wakaf, infak, sedekah, APB Nagari, dan APBN.

Para lulusan Sadri akan tergabung dalam Himpunan Ustadz-Ustadzah Nagari dan diberi kesempatan untuk berdakwah melalui tausiah singkat di setiap waktu salat. Langkah ini bertujuan untuk menjaga semangat dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam di seluruh masjid di nagari Pasia Laweh.

Sebagai bagian dari gerakan spiritual yang lebih luas, berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk pawai obor dengan 1.447 obor di seluruh jorong, gerakan thaharah masjid dan mushalla yang melibatkan lebih dari 1.000 warga, serta pembentukan Majelis Sholawat Nariyah (Masyitah) dan Badan Dakwah Masjid.

Zul Arfin menegaskan bahwa program Sadri merupakan gerakan yang lahir dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat nagari, serta menjadi momentum penting untuk perubahan peradaban. “Sadri adalah gerakan yang lahir dari rahim nagari. Ini bukan hanya capaian administratif, tapi momentum perubahan peradaban. Dengan kolaborasi dan ketulusan, Pasia Laweh kini bukan sekadar tempat, tapi gerakan,” pungkasnya.

Sebagai pengakuan atas keberhasilan ini, Pemerintah Nagari Pasia Laweh berencana untuk mengajukan rekor ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai nagari pertama di Indonesia yang berhasil mencetak 1.000 pendakwah dalam waktu singkat. Dengan semangat kebersamaan, dedikasi warga, dan kekuatan nilai-nilai Islam, Pasia Laweh kini menjadi contoh kebangkitan spiritual dari jantung Minangkabau, membuktikan bahwa kemajuan nagari dapat dimulai dari cahaya dakwah yang menyentuh hati umat.