PADANG – Upaya penegakan keadilan atas kematian tidak wajar yang menimpa Karim Sukma Satria (32) kini mendapatkan perhatian serius dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. Ketua Umum LKAAM Sumbar, Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati, secara langsung menyambangi kediaman keluarga almarhum di kawasan Kampuang Andaleh, Padang, pada Selasa (7/4/2026), untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Kedatangan tokoh adat tersebut disambut langsung oleh ayah almarhum, Rafles, beserta keluarga besar yang masih dirundung duka. Kunjungan ini menjadi simbol solidaritas LKAAM terhadap masyarakat Minangkabau yang tengah menuntut transparansi hukum terkait peristiwa yang dialami Karim, yang diketahui sempat diamankan oleh petugas sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Bahar Dt. Sati menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Ia mendesak aparat kepolisian serta pemerintah kota agar bersikap terbuka dan objektif dalam mengungkap penyebab kematian almarhum guna memastikan keadilan bagi keluarga korban.
Ketua Umum LKAAM Sumbar Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati mengatakan, kehadiran pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendampingi keluarga dalam memperjuangkan kebenaran. ‘Kami hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga. Sebagai pemimpin adat, kami ingin memastikan bahwa hak-hak keluarga untuk mendapatkan keadilan atas kematian yang dinilai tidak wajar ini benar-benar terpenuhi melalui proses hukum yang transparan,’ ujarnya.







