Padang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 dipastikan tetap digelar pada Oktober 2026, meski pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran setelah fokus pada penanganan bencana di akhir tahun lalu. Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di UNP Convention Hall, Sabtu (9/5/2026).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Mahdianur, mengatakan pemerintah provinsi bersama para kepala daerah telah menyepakati agar ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu tidak kembali mundur jadwalnya.
“Awalnya memang ada pergeseran karena kondisi kebencanaan di akhir tahun kemarin sehingga pengalokasian anggaran difokuskan untuk pemulihan dan recovery,” kata Mahdianur.
Ia menegaskan, meski ruang fiskal terbatas, Pemprov Sumbar tetap menyiapkan Porprov 2026 dari tahap perencanaan hingga evaluasi pelaksanaan. Keputusan mempertahankan jadwal Oktober diambil dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar bersama para kepala daerah.
“Pemerintah provinsi Sumatera Barat juga sudah mengalokasikan anggaran kegiatan ini dengan segala keterbatasan kondisi anggaran yang tidak baik-baik saja hari ini. Tapi tanpa mengurangi rasa kebersamaan, kegiatan ini tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Mahdianur optimistis Porprov Sumbar 2026 akan berlangsung maksimal dan melahirkan atlet-atlet terbaik untuk pembinaan olahraga di Ranah Minang.
“Insyaallah kegiatan ini akan berjalan optimal dan melahirkan hasil-hasil terbaik, khususnya terhadap keberlangsungan pembinaan para atlet kita,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait tuan rumah dan cabang olahraga Porprov segera diterbitkan. SK terbaru itu akan memuat secara resmi kabupaten dan kota tuan rumah, sekaligus daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
“Kalau pada SK sebelumnya tuan rumah bersama, maka pada SK berikutnya akan tertulis nama kabupaten dan kota secara formal, kemudian juga cabang olahraganya akan dimuat setelah final,” kata Hamdanus.
Ia menargetkan seluruh proses administrasi rampung pada awal Juni 2026.
“Kita perkirakan semua tuntas awal Juni dan kita harap sudah ada SK Gubernur,” ujarnya.
Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, mengatakan penyelenggaraan Porprov juga membutuhkan dukungan sponsor untuk menunjang perlengkapan dan kebutuhan kegiatan.
Menurut dia, sejumlah pihak mulai menunjukkan dukungan, termasuk perbankan dan perusahaan swasta di Sumbar.
“Kami juga menggalang sponsor. Alhamdulillah sekarang Mandiri sudah masuk, mungkin Bank Nagari juga nanti membantu karena ini BUMD kita. Kami juga menggalang pihak swasta lainnya di Sumatera Barat,” katanya.
Ia menambahkan, Porprov Sumbar 2026 akan mempertandingkan sekitar 53 cabang olahraga. Cabang sepak bola yang dibagi dalam dua kategori membuat total pertandingan menjadi sekitar 54 cabor.
“Alhamdulillah sudah ada tujuh kabupaten dan kota yang siap. Kami masih menunggu daerah lain, termasuk Kota Padang yang kemungkinan menjadi yang terbanyak,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Umum KONI Sumbar Halim Fitra Setiawan menyebut anggaran Porprov 2026 yang tengah diproses mencapai Rp12 miliar.
“Untuk penganggaran sekarang sedang berproses. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp12 miliar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kadispora untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia agar acara ini terselenggara semaksimal mungkin,” katanya.
Ia menjelaskan, dana tersebut berasal dari Dispora Sumbar, sementara KONI terus mencari dukungan tambahan melalui sponsor.







