News

Mahyeldi Desak Percepatan Implementasi Perda Ketahanan Keluarga

4
×

Mahyeldi Desak Percepatan Implementasi Perda Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini
ketahanan-keluarga-jadi-kunci-generasi-emas-2045,-gubernur-mahyeldi-minta-perda-segera-diimplementasikan
Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Gubernur Mahyeldi Minta Perda Segera Diimplementasikan

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Ia pun meminta seluruh pihak terkait mempercepat penerapan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga agar kebijakan itu benar-benar berjalan di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6/2026).

Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar telah memiliki Perda Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang berkualitas. Namun, ia menilai aturan itu tetap memerlukan regulasi turunan agar pelaksanaannya lebih jelas dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat,” kata Mahyeldi.

Ia menyoroti tingginya angka perceraian di Sumbar sebagai sinyal bahwa penguatan ketahanan keluarga masih harus menjadi perhatian serius. Karena itu, Mahyeldi meminta perangkat daerah terkait, terutama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), bersama BKKBN dan instansi lainnya, segera merampungkan aturan turunan sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa membangun keluarga berkualitas bukan sekadar program pemerintah, melainkan amanah agama dan tanggung jawab bersama. Menurut dia, keluarga harus menjadi benteng utama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku menyimpang.

Ia mendorong pendidikan keluarga diberikan sejak dini. Pembekalan soal kehidupan rumah tangga, kata dia, tidak cukup disampaikan menjelang pernikahan, tetapi juga perlu dikenalkan kepada pelajar dan mahasiswa agar mereka siap membangun keluarga harmonis di masa depan.

Karena itu, Mahyeldi mengajak instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memperkuat pendidikan karakter, ketahanan mental, serta nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Usai upacara, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemprov Sumbar. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai mampu menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan.

Mahyeldi menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama pembentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga demi melahirkan generasi yang sehat, berakhlak mulia, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.