Jakarta – Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta baru saja menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-2, sebuah forum konsolidasi organisasi yang diadakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, di Hotel Balairung. Musda ini menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan Minangkabau tersebut untuk menegaskan kembali komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya di tengah dinamika kehidupan ibu kota.
Musda ke-2 ini, yang diketuai oleh Erni Abas SE, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis bagi keberlangsungan organisasi. Salah satu hasil utama dari musyawarah ini adalah terpilihnya Dr. Rosita Medina MM sebagai Ketua PKBM DKI Jakarta untuk masa bakti 2026-2030. Sebelumnya, Rosita Medina menjabat sebagai sekretaris pada periode kepengurusan sebelumnya. Kehadiran Ketua Bundo Kanduang Pusat, Prof. Dr. Ir. Raudah Taib, semakin menambah bobot acara ini.
Pembukaan Musda ke-2 PBKM DKI Jakarta dimeriahkan dengan penampilan Vokal Grup Padus PBKM Jakarta Timur. Lantunan lagu-lagu bertema persatuan dan kecintaan terhadap Minangkabau berhasil membangkitkan semangat persatuan di antara para anggota yang hadir.
Dalam pidatonya, Ketua PKBM DKI Jakarta terpilih, Rosita Media, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya konsolidasi organisasi hingga memasuki periodesasi kedua. “Alhamdulillah, periodesasi pertama telah menunjukkan bahwa perempuan Minangkabau di perantauan memiliki kekuatan besar dalam menjaga harmoni sosial. Kami ingin Bundo Kanduang Minang kabau DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai penjaga adat, tetapi juga sebagai motor penggerak sosial yang menciptakan keteduhan, keselarasan, dan inspirasi bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Rosita Medina MM juga menekankan pentingnya peran PBKM sebagai organisasi perempuan Minangkabau yang telah terdaftar di Kemenkumham. Ia menekankan bahwa PBKM harus terus aktif dalam melestarikan adat Minangkabau di perantauan, dengan fokus pada fleksibilitas, adaptasi, dan penguatan nilai-nilai Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah.
Apresiasi juga disampaikan Rosita Medina kepada kepengurusan sebelumnya. “PBKM DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ibu Suherny Syam SE telah berperan sebagai penggerak perempuan Minang dalam bidang sosial dan ekonomi, serta konsisten mengadakan kegiatan pelestarian budaya Minang,” kata Rosita Medina.
Lebih lanjut, Rosita Medina menjelaskan bahwa PBKM DKI Jakarta memiliki peran sebagai penopang (limpapeh) rumah gadang yang bertugas menjaga adat dan mendidik generasi muda Minang di perantauan. “Periodesasi kedua PBKM DKI Jakarta ini menjadi momentum penting dalam mempertegas peran strategis perempuan Minangkabau di rantau, khususnya di tengah dinamika kehidupan sosial budaya Ibu Kota,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagai komunitas yang berlatar belakang budaya yang kuat di ibu kota, Bundo Kanduang DKI Jakarta terus berupaya memperkuat jaringan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, lembaga adat, organisasi perempuan, hingga komunitas pemuda Minang. “Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan program yang lebih luas dan berdampak, baik untuk masyarakat Minang di perantauan maupun masyarakat Jakarta secara umum,” jelasnya.
Rosita Media juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perantau serta sinergi dengan pemerintah provinsi untuk memperluas kontribusi Bundo Kanduang dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan keluarga. Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, diharapkan PBKM DKI Jakarta dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi masyarakat Minang di perantauan dan masyarakat Jakarta secara umum.
Musda ke-2 ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Minang, perwakilan pemerintah daerah, organisasi perantau, akademisi, serta 130 anggota Bundo Kanduang dari lima wilayah DKI Jakarta. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan dukungan yang besar terhadap peran dan kontribusi PBKM DKI Jakarta.
Tema yang diangkat pada Musda Ke-2 ini adalah “Melalui Musda Perkuat Pesan Bundo Kanduang dalam menjaga nilai adat dan budaya”. Tema ini mencerminkan komitmen PBKM untuk terus melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau di tengah modernitas Jakarta.







