www.domainesia.com
News

RSUP M Djamil Luncurkan Pusat Pelatihan Endo-Laparoskopi Berstandar Asia

43
×

RSUP M Djamil Luncurkan Pusat Pelatihan Endo-Laparoskopi Berstandar Asia

Sebarkan artikel ini
rsup-m-djamil-luncurkan-pusat-pelatihan-endo-laparoskopi-berstandar-asia
RSUP M Djamil Luncurkan Pusat Pelatihan Endo-Laparoskopi Berstandar Asia

Padang – Peresmian Endo-Laparoscopy Education and Training Center di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil, Padang, menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir dalam acara peresmian yang dilaksanakan pada Jumat (28/11/2025) tersebut, bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang memberikan arahan strategis untuk pengembangan layanan bedah modern di Sumatera Barat.

Fokus utama dari peresmian ini adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan tindakan bedah minimal invasif. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa pusat pelatihan ini akan mempercepat penguatan tindakan bedah minimal invasif, yang memiliki banyak keuntungan bagi pasien.

Dukungan terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan dalam penyediaan dokter spesialis juga ditegaskan oleh Mahyeldi, sejalan dengan amanat Undang-Undang Kesehatan tahun 2023. Ia mengungkapkan bahwa Sumatera Barat saat ini memiliki delapan dokter bedah digestif, dengan lima di antaranya bertugas di RSUP Dr. M Djamil.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan ketersediaan layanan laparoskopi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa teknik bedah minimal invasif memberikan tiga keuntungan utama, yakni risiko infeksi yang lebih rendah, lama perawatan yang lebih singkat, dan biaya yang lebih efisien. “Risiko infeksi lebih rendah, lama perawatan lebih singkat, biaya lebih efisien,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

RSUP Dr. M Djamil mendapatkan penugasan khusus dari Menteri Kesehatan untuk menjadi pengampu bagi 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, bersama dengan para dokter seniornya. Penugasan ini mencakup pengembangan layanan laparoskopi untuk kasus-kasus seperti empedu, usus buntu, hernia, dan masalah kandungan.

Selain itu, Menteri Kesehatan menyoroti masalah harga alat kesehatan di e-katalog yang dinilai masih tinggi. Ia menekankan pentingnya proses pengadaan yang transparan dan bebas dari praktik mark-up.

Direktur RSUP Dr. M Djamil menyampaikan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya terus berupaya untuk mencapai standar layanan berlevel Asia. Ia memaparkan bahwa penguatan teknologi dan peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama dalam pengembangan rumah sakit.

Sejumlah capaian yang telah diraih oleh rumah sakit juga dijelaskan oleh Direktur RSUP Dr. M Djamil, termasuk status sebagai pusat transplantasi ginjal di Indonesia bagian barat. Ia menambahkan bahwa pengembangan program fellowship terus dilakukan untuk memperkuat kompetensi para dokter.

Inovasi terbaru dari RSUP Dr. M Djamil adalah tes molekuler cepat yang mampu mendeteksi infeksi dalam waktu kurang dari 24 jam. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan pasien infeksi.

Keberadaan pusat pelatihan endo-laparoskopi ini menjadi tonggak penting bagi rumah sakit, menurut Direktur RSUP Dr. M Djamil. Pusat tersebut akan memperkuat posisi rumah sakit sebagai Center of Excellence sekaligus mempersiapkan tenaga medis untuk menghadapi era bedah modern.

Layanan bedah di masa depan menuntut proses yang lebih aman, cepat, dan efisien, Direktur RSUP Dr. M Djamil menambahkan. Langkah-langkah pengembangan yang dilakukan oleh RSUP Dr. M Djamil sejalan dengan arah transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.

Acara peresmian pusat pelatihan ditutup dengan peninjauan fasilitas, yang meliputi demonstrasi kesiapan instrumen dan ruang pelatihan. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pusat pelatihan telah siap untuk digunakan dalam meningkatkan kompetensi para tenaga medis di bidang bedah minimal invasif.