www.domainesia.com
News

Sumbar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik di Festival PeSoNa 2025

117
×

Sumbar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik di Festival PeSoNa 2025

Sebarkan artikel ini
sumbar-raih-penghargaan-provinsi-terbaik-di-festival-pesona-2025
Sumbar Raih Penghargaan Provinsi Terbaik di Festival PeSoNa 2025

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Terbaik Tingkat Provinsi dalam Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa) 2025 atas upaya berkelanjutan dalam memajukan program perhutanan sosial.

Apresiasi ini diberikan atas dedikasi dan konsistensi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memberdayakan masyarakat di sekitar hutan serta menjaga kelestarian hutan melalui program perhutanan sosial. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada puncak acara Festival PeSoNa 2025 yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok pengelola hutan. “Alhamdulillah, ini hasil kerja bersama. Ke depan, kita tetap berkomitmen mendorong perhutanan sosial dan pengelolaan hutan agar tetap terjaga,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Penetapan Sumatera Barat sebagai provinsi terbaik didasarkan pada sejumlah kriteria komprehensif. Kriteria tersebut meliputi keberadaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial, dukungan sarana dan prasarana yang memadai, alokasi anggaran dari APBD, DBHDR, hingga program FOLU-NC tahap 1-3. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dinilai telah menyiapkan personel khusus, membentuk Pokja Percepatan Perhutanan Sosial, menerapkan IAD berbasis PS di Kabupaten Lima Puluh Kota, meraih penghargaan nasional, serta menjalin kerja sama dalam fasilitasi KPS dan KUPS.

Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival PeSoNa 2025 mengusung semangat “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan.” Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Hutan bukan sekadar warisan, tapi titipan untuk generasi mendatang. Kita harus pastikan hutan tetap lestari, masyarakat sejahtera, dan Indonesia berdaulat atas sumber daya alamnya,” kata Sulaiman Umar Siddiq.

Lebih lanjut, Sulaiman Umar Siddiq menyoroti perhutanan sosial sebagai salah satu jalan menuju kemandirian bangsa melalui Proyek Strategis Nasional Ketahanan Pangan dan Energi Berbasis Masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, akses kelola perhutanan sosial telah mencapai lebih dari 8,3 juta hektare dengan 1,4 juta kepala keluarga penerima manfaat serta terbentuk 15.758 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Keberadaan KUPS telah membuahkan hasil dengan menghasilkan berbagai komoditas unggulan, seperti jagung, padi, buah-buahan, kopi, madu hutan, kakao, kemiri, hingga ekowisata. Diharapkan, masyarakat di sekitar hutan tidak hanya berperan sebagai penjaga hutan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi hijau yang merasakan langsung manfaat dari pengelolaan hutan berkelanjutan.

Program perhutanan sosial juga memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung Asta Cita ke-2 tentang swasembada pangan, energi, air, serta penguatan ekonomi hijau dan biru. Selain itu, program ini juga mendukung Asta Cita ke-8 tentang pembangunan daerah dan desa guna mengurangi kesenjangan.

Sulaiman Umar Siddiq mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah pusat, daerah, akademisi, swasta, dan masyarakat luas, untuk bersama-sama memperkuat perhutanan sosial. “Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi tertinggi atas kerja keras semua pihak. Semoga menjadi pemacu semangat untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekaligus kelestarian hutan di Indonesia,” ujarnya.

Festival PeSoNa 2025 menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen bersama dalam menjadikan hutan Indonesia sebagai sumber kehidupan, sumber kesejahteraan, dan sumber harapan bagi masa depan yang lebih baik.