www.domainesia.com
News

Tanah Datar Berduka: Banjir Bandang Sapu Nagari, Dua Warga Meninggal Dunia

10
×

Tanah Datar Berduka: Banjir Bandang Sapu Nagari, Dua Warga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
bencana-tanah-datar:-3.347-jiwa-terdampak,-dua-orang-dilaporkan-meninggal-dunia
Bencana Tanah Datar: 3.347 Jiwa Terdampak, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Tanah Datar – Bencana alam dahsyat berupa banjir, longsor, dan galodo telah menerjang Kabupaten Tanah Datar sejak 21 November 2025, menimbulkan dampak yang meluas terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur vital. Intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama pemicu bencana ini, menyebabkan permukiman warga hancur dan aksesibilitas antar wilayah terputus.

Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar per tanggal 28 November 2025 pukul 16.00 WIB, sebanyak 27 nagari dilaporkan mengalami dampak signifikan akibat bencana ini. Lebih dari 3.347 jiwa merasakan langsung dampak dari kejadian tersebut, sementara 3.405 orang terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Situasi darurat ini juga mengakibatkan hilangnya nyawa, dengan dua warga dilaporkan meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian, dan empat lainnya mengalami luka-luka. Kecamatan Batipuh dan Batipuh Selatan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan ribuan warga dievakuasi di tengah malam saat banjir dan longsor merobohkan rumah, merendam lahan pertanian, dan menyeret hewan ternak.

Data dari BPBD mencatat kerusakan yang signifikan, dengan 11 rumah hanyut, 50 rumah mengalami kerusakan berat, serta puluhan lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Kepanikan melanda berbagai nagari, menggambarkan betapa cepatnya air dan material longsor menerjang permukiman warga.

Kerusakan akibat bencana ini tidak hanya terbatas pada rumah warga, tetapi juga meluas ke infrastruktur publik yang vital. Setidaknya 18 ruas jalan mengalami kerusakan parah, 5 jembatan putus total, dan 10 jembatan mengalami kerusakan, mengakibatkan terputusnya akses bantuan di beberapa titik yang membutuhkan. Selain itu, 40 jaringan irigasi dan 434,67 hektare lahan pertanian juga terdampak, menimbulkan potensi kerugian ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan, menunjukkan skala bencana yang meluas hingga ke pusat-pusat layanan masyarakat. Sebagai respons cepat terhadap situasi darurat ini, BPBD telah mendirikan Posko Utama Penanggulangan Bencana di Batusangkar untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada para korban yang membutuhkan.

Tim gabungan dari berbagai instansi terus bekerja tanpa henti untuk menyisir lokasi-lokasi terdampak dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di daerah rawan. Mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan.