www.domainesia.com
News

Kolaborasi Pusat – Daerah Diapresiasi, Klinik Minang Bangkit Pulihkan 4.876 UMKM

114
×

Kolaborasi Pusat – Daerah Diapresiasi, Klinik Minang Bangkit Pulihkan 4.876 UMKM

Sebarkan artikel ini
kolaborasi-pusat-–-daerah-diapresiasi-ketua-dprd-sumbar,-4.876-umkm-menggeliat-lewat-klinik-minang-bangkit
Kolaborasi Pusat – Daerah Diapresiasi Ketua DPRD Sumbar, 4.876 UMKM Menggeliat Lewat Klinik Minang Bangkit

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya memulihkan ekonomi daerah pascabencana dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Salah satu langkah konkret adalah peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, yang diharapkan dapat memberikan solusi bagi 4.876 UMKM yang terdampak.

Klinik UMKM Minang Bangkit diresmikan di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar pada Jumat (23/1/2026). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, serta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, menekankan relevansi Klinik UMKM Minang Bangkit dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.

Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, turut memberikan apresiasi terhadap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pemulihan UMKM. Ia menilai bahwa kehadiran klinik ini adalah wujud nyata keseriusan negara dalam melindungi dan memulihkan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. “Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Bangkit Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung,” ujar Muhidi.

Muhidi menjelaskan bahwa program ini memprioritaskan pendampingan bagi UMKM yang terdampak bencana, namun tetap membuka peluang bagi pelaku UMKM lainnya untuk mendapatkan layanan serupa. Ia menekankan pentingnya kinerja yang serius, fokus, dan berkelanjutan dari klinik ini. “Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Muhidi menguraikan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan komprehensif, menyerupai layanan kesehatan. “Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelasnya. Pendekatan ini mencakup identifikasi masalah usaha, analisis kebutuhan pendampingan, serta pemberian rekomendasi atau strategi konkret yang aplikatif, dengan harapan pemulihan UMKM akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Muhidi juga mengajak seluruh pelaku UMKM, terutama yang terdampak bencana, untuk memanfaatkan keberadaan Klinik UMKM Minang Bangkit secara optimal. “Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya.

Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, menjelaskan bahwa Kementerian UMKM mendirikan Klinik UMKM sebagai pusat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana, sekaligus mendorong pelaku usaha agar dapat meningkatkan skala bisnis mereka. “Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” jelas Helvi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menambahkan bahwa dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai fondasi perekonomian Sumatera Barat.